Brake Pads

Posted: 15 April 2011 by Tuan Amos in Meccanica

Yang dimaksud dengan brake pads atau kanvas rem disini adalah sebuah komponen dari sistem pengereman yang pada umumnya terdapat pada kendaraan roda 2 atau lebih. Brake pads biasanya berbahan dasar pelat besi yang ditumpangi dengan material terbuat dari berbagai macam bahan (tergantung tipe brake pad nya) sebagai bahan utama untuk menghasilkan friksi pada rotor disc.

Prinsip dasar fungsi dari brake pad ini adalah mengubah energi kinetik dari rotor menjadi energi panas dengan metode friksi. Pada tekanan tuas master rem, rotor disc yang terapit oleh dua brake pad akan terjepit oleh dua brake pad tersebut dan menghasilkan friksi sehingga mengubah energi kinetik menjadi energi panas yang pada akhirnya akan terbuang ke udara sekitarnya.

Bahan yang dipergunakan dalam pembuatan brake pad tersebut bervariasi tergantung dari keperluan. Ada yang terbuat dari asbestos, bahan organik, serat mineral, keramik, aramid, pecahan kaca dan juga serat tembaga. Tiap tipe kendaraan mempunyai kebutuhan pengereman yang beragam, tergantung dari aplikasinya (untuk balap/harian), pada kendaraan beban berat dengan kecepatan rendah, atau kendaraan beban ringan kecepatan tinggi, dan lain sebagainya, oleh karena itulah bahan yang dipergunakan dalam pembuatan brake pad ini berbeda-beda tergantung dari peruntukannya.

Selain bahan yang beragam dari brake pad itu sendiri, proses pembuatannya juga bervariasi dari tiap keperluan yang dibutuhkan dan teknologi yang diterapkan. Teknologi dan cara yang umum dipergunakan sekarang ini adalah dengan proses ‘sintering‘, dari nama proses inilah banyak brake pad sekarang disebut Sintered Pads. Sintering adalah sebuah proses pembuatan/pembentukkan bahan dasar yang biasanya dalam bentuk bubuk, menjadi bahan padat dan keras melalui proses pemanasan (tidak sampai pada titik peleburan/suhu dibawah titik lebur dari bahan tersebut) sampai pada tahap dimana bahan2 tersebut adhere/menyatu satu sama lainnya sehingga terbentuklah sebuah bahan padat utuh dalam bentuk dan tingkat kepadatan yang diinginkan.

Proses sintering ini cocok dipergunakan dalam pembuatan brake pads karena bahan dasar bubuk tersebut akan terurai pada saat terkena friksi dan panas akibat pengereman, sedangkan ampas dari bahan tersebut akan terbuang keluar dengan sendirinya, makanya brake pad tersebut akan secara bertahap habis terpakai. Sebagai indikator bahwa brake pad akan habis terpakai, beberapa produsen brake pad mencampurkan bahan tertentu pada dasar bagian akhir brake pad sehingga pada saat pengereman akan terdengar bunyi ‘denyit’, inilah salah satu indikasi bahwa brake pad tersebut harus diganti.

Untuk motor besar seperti Ducati dimana kecepatan dan berat adalah pertimbangan paling utama dalam menentukan brake pad, maka dianjurkan untuk menggunakan brake pad yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan, atau jika anda ingin menggunakan merek/tipe lain maka pelajari dulu pabrikannya, bahan yang digunakan dan spesifikasi lengkap dari produk tersebut agar tidak menyesal dikemudian hari. Tiga produsen yang Dieci rekomendasikan adalah Brembo, Ferodo dan EBC.

Comments
  1. ekowd says:

    Ada expiry-nya ga? Kayaknya masih punya stock brake pad lama yang belum kepake

    • Tuan Amos says:

      Yang penting tidak kena udara / belum dibuka dari bungkusnya (kedap udara), brake pad punya ‘shelf life’ yg lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s