Master Rem Radial

Posted: 15 November 2010 by Tuan Amos in Meccanica

Dikembangkan dari ajang balapan Moto GP, kemudian diaplikasikan ke motor jalanan berperforma tinggi, master rem radial sekarang ini sudah relatif mudah untuk didapat. Bahkan motor-motor performa tinggi keluaran terbaru rata-rata sudah menggunakan sistem rem ini sebagai perlengkapan standarnya.

Apa arti sebenarnya ‘radial’ dalam hal master rem motor ini. Prinsip dasar dari master rem ‘radial’ disini adalah konfigurasi dimana tenaga yang diaplikasikan oleh jari-jari tangan kanan anda pada saat pengereman akan disalurkan secara utuh ke piston dari master rem tersebut, sehingga tenaga tersebut tidak terbuang ke engsel, gesekan dan momen dari tuas engsel seperti pada penggunaan master rem konvensional.



Tipe Konvensional

Tekanan jari-jari pada tuas rem dan tenaga yang tersalurkan ke piston rem akan dengan secara seksama tertuju ke satu tujuan/arah yang sama (dilihat secara radial relatif terhadap dudukan silinder rem tersebut), oleh karena susunan rangkaian tersebutlah sistem rem model ini disebut radial.

Tipe Radial

Dengan konstruksi seperti ini maka silinder utama rem dapat dirancang spesifik/fokus ke dinamika hidraulik dan mekanikal nya saja, tanpa perlu mempertimbangkan berbagai aspek yang tidak penting seperti penggunaan engsel, friksi dari tuas pengungkit, dll. Dengan fokus tersebut secara otomatis akan membuat performa rem tipe radial ini berfungsi lebih baik dibanding dengan tipe konvensional.

Setiap manufaktur rem sistem radial ini menggunakan spesifikasi, susunan, ukuran piston, panjang rod yang berbeda-beda, tergantung dari aplikasi yang diinginkan. Pada dasarnya perbedaan terdapat pada diameter piston dan panjang piston tersebut, atau kalau umum orang kenal pada mesin adalah ‘bore and stroke’ dari piston tersebut.

Semakin besar bore dari piston rem tersebut maka semakin kuat ‘tendangan’ piston yang dihasilkan yang secara otomatis semakin ringan bagi jari kita untuk menekan tuas rem tersebut untuk menghasilkan daya henti yang sama. Namun ada kekurangan  dari bore yang terlalu besar, yaitu agak sulit mengkontrol besar kecilnya pengereman, sehingga kita harus konsentrasi lebih untuk mendapatkan pengereman yang relatif halus.

Oleh karena itu stroke dari piston tersebut diperpanjang dan borenya dikecilkan agar pergerakan tuas rem tidak terasa terlalu sensitif di tangan, yang kalau digunakan secara mendadak bisa berakibat terkuncinya ban motor depan. Semakin panjang stroke yang diterapkan pada piston rem, semakin mudah bagi rider untuk mengontrol jumlah tekanan yang diperlukan pada tuas rem tersebut. Ini berguna di track balap dimana rider memerlukan kontrol secara penuh pada sistem rem nya agar dapat beradaptasi ke tipe track/tikungan yang berbeda-beda.

Terakhir ini, hasil pemikiran salah satu perusahaan produsen rem terkemuka, Brembo, telah mengembangkan produk yang dapat diatur sensitivitas dari tendangan piston didalam master rem tersebut. Sekali lagi dikembangkan dari ajang balap Moto GP, rider dapat mengatur kekuatan tendangan piston untuk digunakan pada kondisi track yang berbeda-beda, contohnya pada saat hujan, perbedaan aspal pada track, track yang tidak rata/mulus, cara bawa motor, dll. Produk Brembo tersebut menggunakan teknologi RCS (Ratio Click System) yang dapat memilih satu dari dua posisi yang tersedia, yaitu antara 19×18 (lebih sensitif terhadap perubahan) atau 19×20 (lebih spontan), dengan cara mengatur jarak ‘pengungkit’ pada ujung tuas rem tersebut.

Jadi, teknologi radial pada sistem rem memang dapat dikatakan adalah perkembangan yang cukup revolusioner dari generasi konvensional sebelumnya, apalagi dipadukan dengan penggunaan kaliper rem radial yang mengurangi getaran/vibrasi secara drastis pada saat pengereman ekstrim, akan menghasilkan sistem rem dengan daya henti yang optimum namun juga mudah untuk digunakan (dari segi tenaga yang dibutuhkan dan handling yang dihasilkan). Untuk saat ini sistem ini adalah yang paling high end yang dapat digunakan untuk motor produksi masal, siapa tau nanti kedepan ada sistem baru lagi yang lebih revolusioner (misalkan brake by wire) yang menggunakan pulsa-pulsa listrik dan magnet untuk menghentikan motor.. we’ll see.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s