Kaliper Rem Radial

Posted: 9 November 2010 by Tuan Amos in Meccanica

Dengan semakin banyaknya pemakaian suspensi depan tipe ‘upside down‘ pada motor-motor keluaran baru (dimana garpu pistonnya berada dibagian bawah suspensi yang terhubung langsung dengan poros as roda depan) dibanding tipe konvensional pada motor-motor lama (dimana garpu pistonnya berada dibagian atas suspensi dan bagian ‘gendut’nya yang berisi oli, per dan lain sebagainya berada dibagian bawah suspensi), maka penetapan kekokohan suspensi pada motor tersebut terpaut hanya pada titik bawah dari suspensi tersebut, yaitu bagian as rodanya.

Semakin besar/kokoh as roda yang terhubung pada garpu piston maka semakin kokoh pula suspensi motor tersebut. Dibanding dengan tipe konvensional dimana kekokohan suspensi tipe ini tergantung pada persenyawaan garpu piston kiri dan kanan dan kekokohan triple tree/segitiga atas dan bawah pada suspensi tersebut.

Efek samping dari susunan suspensi ‘upside down‘ ini adalah jika menggunakan kaliper rem tipe lama/konvensional maka akan terasa sekali getaran yang berlebihan pada saat penggunaan rem secara ekstrim.

Getaran tersebut adalah energi/tenaga yang terbuang secara percuma, dimana jikalau menggunakan tipe radial yang relatif lebih kokoh (seperti dijelaskan diatas) maka tenaga tersebut akan tersalurkan ke sistem pengereman dengan lebih sempurna dan tidak terbuang.

Getaran tersebut disebabkan oleh karena adanya pelenturan yang terjadi antara roda/velg (dimana cakram rem terbaut) dan kaliper rem (dimana kaliper rem tersebut terbaut pada rumah suspensi).

Walaupun menggunakan ‘full floating disc‘ /cakram yang bisa bergerak secara bebas terhadap badan cakram, toleransi yang diperbolehkan oleh cakram tersebut terlalu kecil dibandingkan dengan getaran yang terjadi akibat pelenturan roda dan rumah suspensi tersebut pada saat dilakukan pengereman secara ekstrim.

Oleh karena itu untuk mengurangi getaran akibat rem tersebut diatas, maka kaliper rem digeser sedikit posisinya ke bagian belakang poros as roda (mendekati 90′ terhadap as roda tersebut). Hal ini dilakukan karena pada titik tersebut pelenturan lateral yang akan terjadi relatif lebih kecil dibanding dengan posisi konvensional (kurang lebih 45’ diatas as roda).

Baut pada kaliper tipe radial ini juga mengalami perubahan sistem pemasangannya. Pada tipe konvensional, baut kaliper terpasang dengan posisi tegap pada sudut 90′ secara lateral terhadap cakram rem, dimana pada tipe radial baut kalipernya terpasang secara linier atau pararel atau secara radial terhadap perputaran cakram rem tersebut (makanya sistem ini disebut radial). Susunan baut tipe radial ini sangat mengurangi getaran akibat pelenturan seperti dijelaskan diatas dan terutama sangat berguna pada saat balapan dimana mekanik motor tersebut dapat mengubah besar kecilnya cakram rem (tergantung dari tipe track yang dihadapi) dengan hanya menambahkan ‘spacer’ pada baut-baut kalipernya. Karena memang kaliper tipe radial ini dikembangkan teknologinya dari ajang balapan motor.

Jadi dengan penjelasan diatas  perlu diperhatikan bahwa kaliper rem radial secara sendirinya tidak akan menghentikan motor anda lebih cepat dibandingkan dengan yang konvensional tetapi pada saat pengereman ekstrim getaran yang ditimbulkan akan jauh lebih berkurang sehingga otomatis stabilitas motor (terutama bagian depan) dan keyakinan anda untuk menarik tuas rem akan makin bertambah pada saat melakukan pengereman yang ekstrim, sangat cocok untuk motor performa tinggi/motor-motor balap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s